Posts

METAFORA PARA USHULIYYIN DALAM PENGAJIAN DR. ABD AL SALAM AL ‘ATIQ

Image
In nomine Patris et saecolus saecolorum.  Sebenarnya tulisan ini diperuntukkan buat memory saya untuk segala hal yang dapat saya ingat dari salah satu pengajian mingguan yang di adakan Mudhayafah Syeikh Isma’il Adawy yang diisi oleh Dr. Abd al Salam al ‘Atiq menggunakan karya imam Zakaria al Anshari Ghâyatu’l Wushûl terkait kajian Ushul Fiqh. Dari ketiga puluh empat pengajian tersebut hanya sekitar empat pertemuan yang dapat saya hadiri. Hal ini karena berbagai alasan dan masa transisi yang tak kunjung selesai.

Menghibur Diri

Image
Terdapat beragam bentuk hiburan . film, novel, komik, dan seterusnya. Hiburan-hiburan itupun menyediakan genre bermacam-macam . Romansa, komedi, atau misteri. Tetapi ada jenis manusia yang terhibur bukan pada suatu hal yang lucu atau cerita yang berakhir bahagia, mereka memiliki standar berbeda dalam mengukur  kesenangan. Psikopat misalnya kebahagiaan hanya dapat ia miliki dengan membuat orang lain sengsara, dengan tetap memanifestasikan chaos ke ruang publik . Atau filosop, justru lebih senang ketika ia pusing, bahagia ketika ia mendapat pertanyaan lain, dan menurutnya problem justru bertambah ketika jawaban telah diketemukan.

Omar Khayyam; Sufi Yang Terdistorsi

Image
Aku tak bisa hidup tanpa anggur, Tanpa cangkir penuh dengan anggur, aku tak mampu membawa tubuhku  Aku hamba sang nafas yang dikatakan Saki (Pemabuk) "Minumlah secangkir lagi" -- tapi aku tak bisa

Dunia Fantasi al Farabi

Image
Adalah al farabi salah satu filsuf muslim yang menggunakan metode pemikiran Aristoteles dalam filsafatnya. Salah satu projek terbesarnya adalah bagaimana mengharmoniskan agama dengan filsafat, karena jika agama bersumber dari Tuhan maka seharusnya ia tidak akan berseberangan dengan akal yang merupakan pemberian-Nya.

Selayang Pandang Pemikiran Politik Plato

Image
Kematian Sokratez memberi pengaruh besar terhadap kehidupan intelektual Plato, seorang aristokrat Athena yang sejatinya dikandidatkan menjadi politisi. ia justru menjadi seorang Filosop yang Getol memikirkan hal-hal esensial, dan mengajarkan metode rasional kepada peserta didiknya di dalam sebuah institusi pertama di dunia, Akademi.

Dunia Hologram dalam Perspektif Spiritual dan Sains

Image
Pernahkah anda terbangun dari mimpi indah yang terasa begitu nyata? Setidaknya anda akan berpikir dua kali untuk hidup di dalam realitas ini. Pernahkah anda terbangun dalam keadaan bingung manakah yang nyata dan tidak? Adakah yang menjamin anda tidak sedang bermimpi? Bukankah sensasi yang anda rasakan dalam tidur sangat persis dengan kejadian dalam dunia ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana anda memaknai kenyataan? Apakah kenyataan? Jika ia apa yang dapat anda lihat, anda dengar, cium, dan rasakan, maka kenyataan hanyalah sinyal listrik yang diterjemahkan otak anda. Apakah dunia ini nyata? Sesungguhnya pandangan anda terbias sehingga anda melupakan tujuan sebenarnya. Pikiran anda terjebak di dalam dunia ini, sehingga tanpa sadar anda meyakinkan diri bahwa inilah kenyataan. Anda terpaksa menerima kenyataan walalu terkadang terasa pahit. Budha berkata “kenyataan memang pahit”. Tetapi yang akan ditawarkan kepada anda kali ini adalah sesuatu yang melampaui kenyataan, ken...

Penafsiran Mu’tazilah dan Paradigma Keadilan Tuhan

Image
1.         Selayang pandang dan lima dogma Mu’tazilah merupakan salah satu sekte Islam yang terlahir dari perdebatan religius di antara beberapa pemukanya, perdebatan mengenai ganjaran yang pantas didapat seorang muslim yang berdosa besar konon merupakan bibit terbentuknya sekte ini, diskusi antara Hasan Bashri bersama muridnya Wasil bin Atha’ dan ‘Amru bin Ubaid adalah sejarah yang mengusung prinsip sektariannya. Sejarah mencatat bahwa Washil dan Amru merupakan pelopor berdirinya Mu’tazilah, akan tetapi, walaupun keduanya memiliki paradigma yang sama, mereka memiliki pendapat masing-masing dalam berbagai hal politis dan religius. Dalam memihak pemimpin misalnya, Amru cenderung memihak Abu Bakar dan Utsman yang kemudian menarik banyak simipatisan dari penduduk Bashrah, sementara Washil lebih condong ke pihak Ali bin Abi Thalib. Era keemaasan Mu’tazilah tidak berlangsung lama, ia hanya mampu melewati tiga periode dinasti Abb...