Posts

Rekonstruksi 'Ulumu'l Qur'an Versi Hasan Hanafi

REKONSTUKSI ‘ ULUMU’L QUR’AN Disiplin keilmuan Islam secara garis besar dapat dibagi dua, disiplin ilmu yang netral menggunakan naql dan nalar [1] , dan disiplin ilmu yang hanya mengandalkan naql karena warisan-warisan karya ulama dahulu yang mengkaji disiplin ilmu tersebut hanya sebatas akumulasi, narasi ( riwâyah ), dan dokumentasi ( tadwin ). Struktur keilmuan yang telah mereka patenkan tersebut hanya berdasarkan data-data yang ada pada era mereka, dan belum ada seorangpun yang mencoba untuk me-revol u si diskursus tersebut sepeninggal mereka, pengecualian untuk sejumlah pendaku tajdid sebagai respon atas makalah sebagian Orientalis terkait historitas al-Qur’an, falsifikasi hadits, partikularisme tafsir, dll. Disiplin ilmu tersebut ialah, al-Qur’an, hadits, tafsir, sirah, dan fiqh.           Resiko ilmu-ilmu tersebut adalah ketergantungannya hanya pada hapalan dan penukilan ( naql ). Jadi, ulama hanyalah mereka yang menghafal. Da...

Shalat di atas kubur.

Image
Islam menggariskan salat sebagai pengikat antara Hamba dan Tuhannya, salat harus dilaksanakan dengan khusyu’, merendah sambil meminta pertolongannya, merasakan keagungannya, menghadirkan kemuliaannya, dan mengharap ampunan dan ridanya. Dengan begitu maka hati Hamba menjadi bersih, rohaninya jadi suci, dan perhatiannya akan berpaling dari kehinaan dan perbudakan kepada selain Tuhannya “ iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. [1] Hal tersebut akan tercipta dan tertambat pada hati setiap orang yang salat dengan mengikh-laskan hati ke hadirat Allah Swt. Dengan menyingkirkan semua visi yang dapat membangkit-kan rasa pengagungan kepada selain Tuhan, pengangungan tersebut akan memalingkannya dari pengagungan Tuhan kepada selainnya, lebih parah lagi jika ia menyekutukan Tuhan dalam keagungan itu. Oleh karena itu, membersihkan tempat ibadah dari segala sesuatu yang mengundang visi-visi(pandangan) ini adalah aturan islam, Allah Swt. Berfirman dalam ayat surat al-Baqarah ayat ke 125 “Dan t...

Ujian imam Ahmad bin Hanbal RA.

Image
  Era khilafah Abbasiyah tepatnya abad ke 2-3 Hijriyah, hidup seorang pengikut Rasulullah Saw baik ucapan maupun perbuatannya, beliau bernama imam Ahmad bin Hanbal as-Syaibanî. Persis sepeti imam Syafi’i, beliau hidup yatim ditinggal oleh ayahnya di Bagdad be-rsama ibunya di sebuah rumah kecil dengan bekal minim yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya. Berbekal takwa dan hati yang cukup ia putuskan untuk menghabiskan umurnya demi menuntut ilmu hadits dan Sunnah Rasul Saw. Ia juga menolak rencana pembukuan pendapat-pendapatnya terkait yurispundensi (fikih), menjadi seorang Muhaddits men-urutnya sudah lebih dari cukup, Kemasyhuran dan namanya yang harum inilah yang membawanya ke hadapan mihnah (ujian) yang begitu lama pada era pemerintahan Mu’tazilah dari marga Abbasî yang menganut faham bahwa qur’an adalah makhluk, dan memaksa masyarakat untuk memeluk dan meyakini faham tersebut.

Kaum Shopis dan Bapak Filsafat

Dahulu sebelum Yesus terlahir, ketika Yunani berhasil menaklukkan Persia, para pemikir Yunani merasa perlu untuk menghapus dogma agama yang masih saja menganut paham dewa-dewi yang memiliki sifat tak jauh beda dari hambanya sendiri. Sebuah kelompok yang merasa cinta akan kebijaksanaan memberontak dan menentang segala kefanatikan yang dilancarkan para pembesar negeri tersebut. Mereka namakan diri mereka dengan sebutan Shopis atau orang yang bijak. Kaum Shopis adalah pelopor filsafat pertama yang membicarkan tentang manusia. Shopis yang berati guru kebajikan, yaitu guru yang mengajarkan semua studi ilmu tetapi mereka lebih cenderung untuk mengajarkan retorika atau seni berdebat. Mereka terkenal sebagai orator yang ulung, pandai berdebat, tetapi bukan untuk mencari kebenaran, yang mereka cari hanyalah kemenangan, dan uang dari semua pelajaran mereka.

Kami tidak menganut agama ORMAS

Kami tidak menganut agama ORMAS. Bagi orang yang tidak tahu maka ia akan menganggap semuanya baik dan bertujuan bagus, memang orang tak tahu harus begitu, jangan mencaci dan menyalahkan, jangan salah tingkah dan merasa paling benar. Tapi bagi orang yang sedikit pengetahuaannya, maka ia akan menyalahkan, mencari kesalahan, menganggap diri pahlawan, padahal yang ia tau hanyalah buku, ia belum mampu berfikir, menghasilkan pemikiran, karena yang ia mampu hanyalah membaca, menullis kritikan-kritikan yang dilemparkan orang lain, menjelaskan pemahaman orang lain, lalu menganggap diri telah mampu bersaing.

Raja Sial VS Naga Mata Satu

Image
Alkisah seorang Raja kesialan yang membuat semua orang yang didatanginya mendapatkan nasib sial karna habis dibantai olehnya merasa dendam terhadap orang yang telah membunuh tuannya Hideyoshi sama yang sangat ia hormati,tak menerima apa yang telah diperbuat pada tuannya ia pun mulai mencari siapakah gerangan yang telah berani melukai sampai tebunuh tuan tercintanya itu. Tak berlangsung lama pencariannya ia pun menemukan seorang pemuda tampan,gagah berani menghentikkannya menebas leher seorang lelaki tua yang akan menjadi korban atas dendam kesumatnya sendiri,pemuda itu bernama Date Masamune seorang yang dijuluki Naga bermata satu ketua dari daerah Oushu yang juga adalah pembunuh dari tuan yang sangat dihormati sang raja sialTak tanggung-tanggung Ishida pun menghunuskan pedang tajamnya yang akan menggorok leher sang Naga....... ..